JawaPos.com - Menjadi agen pesepak bola, tentu bukan
merupakan pekerjaan yang mudah. Hal tersebut yang dirasakan agen pesepak bola
ternama di Indonesia, Dokter Ratna Mustika. Daftar Situs Judi Bola Online Terpercaya
Pada zaman sepak bola modern seperti saat ini, agen pemain
memang cukup dibutuhkan. Bukan tanpa alasan, mereka menjadi salah satu sosok
penyambung komunikasi antara pemain dan klub.
Apalagi di Indonesia, agen pemain asing ini bisa dibilang
menjadi penyemarak sebuah ajang. Si agen kerap membawa pemain asing berkualitas
yang mungkin diminati oleh klub.
Dokter Tika, menjadi salah satu sosoknya. Beberapa pemain
ternama, coba dia bawa untuk klub-klub Tanah Air.
Kapasitasnya sebagai agen pemain sepak bola tak perlu
diragukan lagi. Sebab dia telah terdaftar sebagai agen pemain di FIFA.
Persija Jakarta yang merasakan dampak dari Dokter Tika.
Beberapa nama dia bawa untuk perkuat Macan Kemayoran.
Tak sia-sia, dari sekian yang dibawanya, Macan Kemayoran
kepincut sebagian besar pemainnya. Sebut saja, Rohit Chand, Yevgeni Kabayev,
Martin Vunk, dan kini ada dua nama yang perkuat Persija, yakni Hong Soon-hak
dan Jose Adolfo Guerra.
"Semuanya itu yang jelas komunikasi. Saya buka
komunikasi yang luas kepada pemain-pemain dan jelaskan sepak bola Indonesia
kepada mereka, atmosfer, penontonnya," kata Dokter Tika kepada JawaPos.com.
Namun, kata perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter
tersebut, menjadi agen yang penting adalah ikhlas.
"Yang penting itu, jual pemain harus pakai hati"
sebut dia.
Dokter Tika sendiri dalam beberapa hari ke depan kembali
mencoba menawarkan pemainnya ke Persija. Namun tampaknya satu nama, yakni Park
Geun Young kurang memuaskan Persija.
"Ada satu lagi, yakni pemain asal Slovenia. Rencananya,
dua atau tiga hari lagi akan datang," tandas dia. (ies/JPG)
Mari kita merubah
topik pembahasan kita sedikit memanglah masih mengenai agen pemain sepakbola.
Meski sibuk melatih SSB Jakarta North City dan menjadi
asisten pelatih Persitara Jakarta Utara LPI, Muhammad Walidi menekuni pekerjaan
sambilan dengan menjadi agen pemain.
Pria kelahiran Riau Maret 1974 itu mengaku sudah memulai
pekerjaan sampingannya itu sejak 2007.
"Awal pekerjaan saya sebagai agen. Pada 2006 ada pemain
yang minta dimasukkan ke klub yang lebih baik, karena klubnya tidak bisa
membayar gaji. Lalu saya mendapat komisi. Sejak itulah saya menjadikan agen
pemain sebagai pekerjaan tambahan," ujarnya.
Hingga kini, Walidi telah memakelari sekitar 40-an pemain.
Sejumlah pemain pun telah dimasukkan ke sejumlah klub yang tersebar di
Indonesia.
"Pemain yang sudah saya masukkan ke klub di antaranya
Cristian Bakatal (Kamerun) ke Persiku Kudus pada 2008, Camara Sekou (Afrika) ke
Persiku Kudus pada 2009. Pada tahun 2010, saya sempat akan memasukan Andik
Vermansyah Persih Sembilahan (Riau) tapi ditahan Persebaya. Baru-baru ini saya
memasukkan Hanafi ke Persih Sembilahan dan Kuswanto ke Persitara Jakarta Utara
LPI," jelas Walidi.
Menurut Walidi, rata-rata kontrak pemain yang dimakelarinya
itu antara Rp 250.000 hingga Rp 300.000 juta semusim.
Walidi pun memperoleh komisi dari pemain atau klub dengan
nilai beragam, antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.
"Pemain asing yang sudah saya bawa ke klub sekitar 15
orang dari Afrika, Argentina, dan Brasil. Karena biaya pembuatan KITAS makin
mahal bisa sampai Rp 60 juta, saat ini saya konsentrasi mencari pemain lokal
saja," ucapnya. Situs Judi Bola Resmi
Pekerjaannya sebagai agen pemain itu pun makin diseriusi
dengan bergabung dengan salah satu perusahaan agen pemain sepak bola yang
berkantor di Bekasi.
Sekian dari artikel Agen Sepak Bola Di Indonesia Kutipian Dari Jawapos, Terima kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar